Langsung ke konten utama

Super Tux 2, Open Source Game Platform yang Bisa Dimainkan di Berbagai OS


Super Tux 2 merupakan salah satu game Platform gratis yang bisa dimainkan di berbagai Operating System Windows maupun Linux baik di PC, Laptop, maupun Smartphone. Game ini bersifat Open Source yaitu kodenya bersifat terbuka jadi bisa dimodifikasi dan didistribusikan oleh siapapun.

Game Super Tux ini mirip dengan Super Mario Bros milik Nintendo dimana rintangan dan item-item yang ada dalam permainan seperti Jamur yang bisa mengubah karakter Mario menjadi besar. Tampilan gameplay game ini 2D side scrolling yaitu dimainkan dengan tampilan kamera yang terlihat dari samping.

 


Alur cerita game ini juga mirip seperti Super Mario, dalam game Super Tux menceritakan seekor Penguin bernama Tux yang sedang mengunjungi temannya yang bernama Penny. Tiba-tiba datanglah Monster bernama Nolok kemudian memukul Tux lalu menculik Penny. Tux bergegas menyelamatkan Penny setelah terbangun dari pingsan.

Cara main game Super Tux 2 bisa menggunakan Keyboard atau Gamepad untuk menjalankan karakter utama Tux untuk berlari melewati rintangan menuju garis finish. Tingkat level permainan dilihat dari rintangan yang paling mudah hingga paling sulit.

Item yang ada seperti Bola Salju yang dapat mengubah Tux menjadi besar, Bunga Merah yang dapat dijadikan senjata tembakan oleh Tux, Bintang dan masih ada item bunga lainnya yang hanya ada dalam level tertentu.

Super Tux 2 dapat diunduh langsung dari websitenya https://www.supertux.org/ kemudian pilih sesuai OS yang digunakan.

Selamat Bermain

Komentar

  1. permainannya cocok nih buat ibu saya, kebetulan ibu saya juga suka maen game yang ringan ringan spt ini. thanks infonya kak..

    BalasHapus
  2. wah terima kasih! ini lagi bosan di tempat kerja langsung aku coba kak

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...

Update Stabil Terbaru GIMP 3.0.2, Aplikasi untuk Manipulasi Gambar

GIMP merupakan kependekan dari GNU Image Manipulation Program yang mana sesuai dengan namanya aplikasi ini digunakan untuk mengolah sebuah gambar digital seperti foto. Aplikasi ini bersifat cross-platform yang tersedia untuk berbagai sistem operasi seperti Linux, Mac OS, Windows dan berbagai sistem operasi lainnya. Aplikasi ini gratis dan bersifat Opensource (Perangkatv lunak sumber terbuka) dimana setiap orang bebas untuk memodifikasi kode source nya dan mendistribusikannya. GIMP 3.0.2 dirilis pada 23 Maret 2025 yang fokus utamanya untuk memperbaiki bug yang ditemukan setelah rilis stabil GIMP 3.0.0 pada 16 Maret 2025. Aplikasi ini dapat diunduh melalui situs web resmi GIMP https://www.gimp.org/downloads/ dalam berbagai format, termasuk: * Linux AppImage (x86_64 dan ARM64) * Linux Flatpak (x86_64 dan ARM64) melalui Flathub * Universal Windows Installer (32-bit, 64-bit, dan ARM64) * Microsoft Store (x86_64 dan ARM64) * macOS DMG untuk Intel dan Apple Silicon Setelah sekian lama mengg...