Langsung ke konten utama

Main game apa lagi ya? Coba main Minetest

 

Hai, selamat liburan bagi yang sedang berlibur ya, kalau yang hari ini tetap bekerja tetap semangat ya. Pada artikel GamingTime ini CJump akan memperkenalkan salah satu game crossplatform dan pastinya gratis juga karena saya suka mengoleksi aplikasi yang gratis-gratis. Game ini adalah Minetest, adakah yang sudah tahu teman-teman?

Minetest ini seperti Minecraft yang didalamnya terdapat kotak-kotak seperti itu dan cara mainnya sama juga yaitu menyusun kotak-kotak menjadi berbagai macam bangunan. Ada pilihan mode sebelum memainkan gamenya, mau mode survival atau creative. Kalau mode survival langsung saja buat permainan baru dan langsung dimainkan saja sedangkan mode satunya adalah mode creative, untuk mengaktifkan mode creative tinggal centang pada pilihan creative.



Perbedaannya kalau survival terdapat Life atau nyawa, jikanyawa ini habis karakter bisa mati. Namun pada mode kreatif tidak terdapat nyawa dan inventory material sudah tersedia lengkap yang siap dipakai tanpa harus mengumpulkan item-item. Selain kedua mode tersebut, Minetest juga bisa dimainkan secara online. Jadi bisa bermain bersama-sama.

Spesifikasi hardware yang dibutuhkan tidak terlalu tinggi. Game ini saya coba mainkan pada laptop saya dengan spesifikasi AMD E2 dengan kecepatan 1,8 Ghz dan Ram 4 Gb namun dengan settingan grafik kekiri ya. Untuk gamplaynya seperti dibawah ini:



Oke, sampai disini dulu ya. Kalau teman-teman ingin mencoba Minetest bisa di download disini. Sampai jumpa lagi dan selamat berlibur

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...

Speed Dreams: Game Balap Open-Source Terbaik yang Harus Kamu Coba Sekarang!

Sumber : Wikipedia Merasa game-game balap simulasi terlalu mahal? Kalau jawabannya iya, mungkin ini saatnya kamu kenalan dengan Speed Dreams. Game ini bukan cuma sekadar alternatif, tapi sebuah permata tersembunyi di dunia game balap, dan yang terbaik dari semuanya: ini gratis dan open-source! Apa Itu Speed Dreams dan Mengapa Begitu Istimewa? Mungkin saja belum pernah dengar namanya, tapi Speed Dreams punya sejarah yang cukup panjang. Game ini awalnya merupakan turunan (fork) dari game balap simulasi populer, TORCS. Namun, seiring waktu, Speed Dreams berevolusi jauh melampaui pendahulunya. Sumber: SourceForge.net Tim pengembang dan komunitasnya fokus pada satu hal: menghadirkan fisika balap yang seakurat mungkin. Ini bukan game balap ala-ala arcade di mana kamu bisa tancap gas di setiap tikungan. Di sini, kamu harus mengerti setiap detail: dari cara mengerem yang tepat, pemilihan racing line, hingga bagaimana mobil bereaksi terhadap permukaan jalan. Berikut adalah beberapa ...