Langsung ke konten utama

Mini Piano Lite, bermain musik di Smartphone

Hai, selamat malam sahabat Jump. Semoga sehat selalu ya. Beberapa postingan sebelumnya membahas tentang software Linux, ya. Selanjutnya postingan kali ini kita bergeser sebentar ke salah satu aplikasi virtual piano yang ada di Android.

Aplikasi ini bernama "Mini Piano Lite". Meskipun namanya adalah piano, namun midi atau nada yang ada dalam aplikasi ini juga terdapat alat musik lain seperti terompet, violin, gitar dan masih banyak jenis alat musik dalam aplikasi ini.

Mini Piano Lite dapat diunduh secara gratis di Playstore. Ukuran aplikasi ini terbilang cukup kecil hanya 39mb. Jadi tidak memakan banyak memori di Smartphone. Kita juga bisa merekam dan menyimpan musik yang telah kita buat. Caranya dengan  menekan tombol record yang ada di sebelah kiri atas.

Komentar

  1. Yang ukuran aplikasinya kecil seperti ini cocok untuk hape saya hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. meskipun kecil fitur didalamnya juga terdapat berbagai jenis midi alat musik

      Hapus
  2. Thanks review app nya kak Cahyo. Ohya apa ada rekomendasi app belajar piano selain Simply Piano ? Buat anak saya umur 9tahun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kak, seperti piano melody, syntesia piano dan everyone piano untuk os windows

      Hapus
  3. saudara laki-laki saya sering main apk ini kalau lagi penat kekeke. sejujurnya, saya gak terlalu main games. tapi, mungkin saya bakal coba main apk ini kalau lagi bosen nonton/baca buku. Thanks, dude.

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih kembali, bisa dicoba aplikasinya kak

      Hapus
  4. Enggak berat kan ya kak? Soalnya hape saya jadul

    BalasHapus
  5. kayaknya cocok nih untuk anak saya yang kadang suka maen musik. cus langsung download..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...

Update Stabil Terbaru GIMP 3.0.2, Aplikasi untuk Manipulasi Gambar

GIMP merupakan kependekan dari GNU Image Manipulation Program yang mana sesuai dengan namanya aplikasi ini digunakan untuk mengolah sebuah gambar digital seperti foto. Aplikasi ini bersifat cross-platform yang tersedia untuk berbagai sistem operasi seperti Linux, Mac OS, Windows dan berbagai sistem operasi lainnya. Aplikasi ini gratis dan bersifat Opensource (Perangkatv lunak sumber terbuka) dimana setiap orang bebas untuk memodifikasi kode source nya dan mendistribusikannya. GIMP 3.0.2 dirilis pada 23 Maret 2025 yang fokus utamanya untuk memperbaiki bug yang ditemukan setelah rilis stabil GIMP 3.0.0 pada 16 Maret 2025. Aplikasi ini dapat diunduh melalui situs web resmi GIMP https://www.gimp.org/downloads/ dalam berbagai format, termasuk: * Linux AppImage (x86_64 dan ARM64) * Linux Flatpak (x86_64 dan ARM64) melalui Flathub * Universal Windows Installer (32-bit, 64-bit, dan ARM64) * Microsoft Store (x86_64 dan ARM64) * macOS DMG untuk Intel dan Apple Silicon Setelah sekian lama mengg...