Langsung ke konten utama

Episode N, Untuk Apa Bersedih Jika Masih Ada Bahagia?

 


Pernahkah kalian merasa bahagia? Kita pasti pernah merasakannya bukan? Namun dibalik rasa senang itu ada kesedihan apabila kesenangan itu tiba-tiba hilang. Kita pasti pernah merasakannya baik senang maupun sedih, karena kedua sifat tersebut saling berlawanan. Jika kita merasa senang pasti kita juga akan merasa sedih pula.

Hal yang wajar kalau kita merasa sedih karena jika tidak pernah bersedih dikira keras hati atau tidak berperasaan, kecuali orang yang kuat menyembunyikan rasa sedihnya dari hadapan orang lain. Lalu bagaimana supaya kita tidak bersedih?

Sedih itu boleh saja namun ada batasnya

Saat bersedih habiskan saat itu juga, cara terbaik adalah menyendiri di kamar atau bersama salah satu orang untuk menuangkan semua kesedihan itu sambil menyadari hal apa yang membuat kita bersedih dan untuk apa kita bersedih. Selesaikan saat itu juga karena masih ada bahagia yang perlu kita raih.

Jangan terlalu senang dengan suatu hal

Jika kita terlalu senang karena mendapatkan, memiliki, atau menyukai suatu hal, maka kita akan merasa sedih apabila hal tersebut telah hilang dari kita. Jadi apabila mendapat suatu hal senangi sewajarnya, miliki sewajarnya, dan jika menyukai maka sukai sewajarnya karena itu semua adalah titipan-Nya.\

Apa yang membuat bahagia?

Bahagia itu sebenarnya mudah tergantung bagaimana kita merasakannya. Bahagia bisa kita rasakan dengan selalu bersyukur dengan apa yang ada pada kita.

Sepertinya ini dulu ya, apabila ada kesalahan baik dalam penulisan ataupun isi materinya maka saya memohon maaf. Kalau ada saran bisa ditulis di komentar ya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya ...

Komentar

  1. Thats really ngena sekali ka. ya, sedih emang ga bisa ilang karena itu penyeimbang ya

    BalasHapus
  2. Jadi kalau bersedih jangan sampai berlarut-larut kak

    BalasHapus
  3. belajar membatasi diri adalah koentji~

    BalasHapus
  4. Guruku pernah bilang, bahagia dekat dengan sedih artinya saat bahagia ingat dikala sedih supaya ga berlebihan, saat sedih ingatlah bahagia begitu dekat supaya tetap punya harapan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...

M.U.G.E.N Game, Tambahkan Karakter Jagoan Favoritmu Yuks!

  Hai berjumpa lagi dengan CJump, postingan kali ini merupakan sambungan dari artikel sebelumnya ya. Setelah membahas tentang Game Mugen, sekarang saatnya menambahkan karakter favorit kedalam game mugen ini. Apakah teman teman udah mencoba mendownloadnya? Kalau sudah langsung saja kita extract kemudian tambahkan karakter ke dalam  game. 1. Extract file Mugen-1.1b1 Pertama kita extract file archivenya, kemudian klik dua kali pada file mugen.exe selanjutnya pilih arcade dengan menekan tombol tekan enter. Berikut ini adalah karakter asli bawaan dari game Mugen yaitu "Kung Fu Man". Terdapat dua Kung Fu Man dengan kualitas gambar berbeda. 2. Menambahkan Karakter Selanjutnya kita close dulu gamenya, kemudian buka tempat file karakter yang sudah didownload dan langsung di extract saja, bagi yang belum mendownload bisa diunduh  disini Setelah itu pindahkan folder file tersebut ke folder “ chars ”, kembali ke folder mugen selanjutnya buka folder “ data ” cari file “ select.def ” ...