Langsung ke konten utama

Seperti Balon Udara

 


Hai apa kabar pagi hari ini? Semoga yang sedang berlibur hari ini dapat beristirahat setelah hari kerja yang telah dilalui. Artikel selanjutnya setelah “NgulikSoftware” dan “GamingTime” adalah “CJump”. Sebelum berlanjut pada isi artikel ini pernahkah teman-teman merasa tidak mampu, insecure, atau seperti tertinggal dari yang lain? Semoga tidak ya, tetapi hal ini kadang-kadang terjadi pada diri sendiri.

Seperti balon udara yang dimaksud adalah sebagai contoh bahwa balon udara supaya bisa naik lebih tinggi caranya dengan mengurangi beban pemberat yang ada pada keranjang balon udara. Mungkin ini bersifat fiktif karena diambil dari film kartun ya, tetapi bisa diambil maknanya.

Maksudnya jika kita ingin berubah menjadi lebih baik semakin keatas maka suatu hal tidak penting yang memberatkan harus ditinggalkan. Bukan berarti meninggalkan semua beban-beban yang memberatkan diri ini atau bisa juga disebut lepas dari tanggungjawab.

Beban yang dimaksud disini adalah sifat buruk diri ini yang membuat susah untuk maju atau berkembang menjadi lebih baik. Contohnya rasa malas. Apa sih yang membuat diri ini malas? Kalau sudah mengetahui bahwa apa yang membuat diri ini malas, maka bisa langsung kita tinggalkan supaya bisa naik seperti balon udara yang menjatuhkan bebannya. Jadi kesimpulannya kalau ingin maju, tinggalkan sifat-sifat buruk yang menjadi penghambat diri ini.

Komentar

  1. sedang di dalam face ingin berkembang dan meninggalkan rasa malas.. mudah mudahan bisa naek tinggi seperti balon udara. amin.

    BalasHapus
  2. mampir lagi kesini, ternyata tampilannya sudah beda. kerek kak templet blognya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. selamat berkunjung kembali kak, mohon maaf belum ada update artikel lagi

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...

Speed Dreams: Game Balap Open-Source Terbaik yang Harus Kamu Coba Sekarang!

Sumber : Wikipedia Merasa game-game balap simulasi terlalu mahal? Kalau jawabannya iya, mungkin ini saatnya kamu kenalan dengan Speed Dreams. Game ini bukan cuma sekadar alternatif, tapi sebuah permata tersembunyi di dunia game balap, dan yang terbaik dari semuanya: ini gratis dan open-source! Apa Itu Speed Dreams dan Mengapa Begitu Istimewa? Mungkin saja belum pernah dengar namanya, tapi Speed Dreams punya sejarah yang cukup panjang. Game ini awalnya merupakan turunan (fork) dari game balap simulasi populer, TORCS. Namun, seiring waktu, Speed Dreams berevolusi jauh melampaui pendahulunya. Sumber: SourceForge.net Tim pengembang dan komunitasnya fokus pada satu hal: menghadirkan fisika balap yang seakurat mungkin. Ini bukan game balap ala-ala arcade di mana kamu bisa tancap gas di setiap tikungan. Di sini, kamu harus mengerti setiap detail: dari cara mengerem yang tepat, pemilihan racing line, hingga bagaimana mobil bereaksi terhadap permukaan jalan. Berikut adalah beberapa ...