Langsung ke konten utama

Cara Menuliskan Alamat untuk Mempermudah Petugas Ekspedisi Menemukan Alamatmu

 

Selamat Malam semua, apa kabar? Semoga sehat selalu dan dalam kebaikan. Akhirnya pada kesempatan kali ini setelah melewati kesibukan sehari-hari CJump akan berbagi tips tentang cara penulisan alamat yang dapat mempermudah petugas ekspedisi menemukan alamat teman-teman.

Saat ini siapa yang belum pernah belanja online? Pastinya semuanya sudah pernah kan? Sekarang ini belanja bisa dilakukan dari rumah ataupun dimana saja, tinggal pesan melalui smartphone 2-3 hari barang bisa sampai kerumah. Pesanan supaya bisa sampai ke rumah pastinya perlu jasa petugas ekspedisi yang bertugas untuk mengirimkan barang pesanan ke alamat teman-teman.

Tidak semua petugas ekspedisi akan langsung mengetahui alamat rumah teman-teman, kecuali petugas yang sudah pernah atau berulang kali mengirimkan ke alamat teman-teman. Dari pengalaman CJump sendiri saat bertugas sebagai kurir ekspedisi, alamat dan nama saja masih susah untuk ditemukan. Apa lagi alamat baru yang belum pernah dikunjungi, petugas ekspedisi masih perlu menghubungi pemesan paket bahkan sampai harus bertanya kepada warga setempat.

Tetapi CJump juga pernah menemukan paket dengan alamat baru yang belum pernah CJump datangi namun dapat langsung ditemukan dengan mudah. Lalu bagaimana penulisan alamat supaya dapat mempermudah petugas ekspedisi? Berikut ini poin poinnya:

Nama Jalan

Poin pertama yang perlu dituliskan adalah nama jalan atau nama gang. Contohnya seperti ini: Jl.Alamanda Raya ; Jl.Alamanda Dalam ; Jl.Melati II ; Gg.Jeruk.

Nama Desa, Kampung, Komplek atau nama Perumahan

Poin ini juga sangat penting karena apabila tidak dicantumkan petugas bisa kesulitan untuk menemukan alamat teman-teman. Pada poin ini digunakan petugas dalam mengelompokan dan mengurutkan rute yang akan mereka lalui supaya tidak bolak-balik.

RT/RW, Blok, dan Nomor Rumah

Selanjutnya yang perlu dituliskan adalah RT/RW, jika tidak diikutkan alamat akan susah atau bahkan tidak bisa ditemukan. Jika alamatnya di perumahan bisa menuliskan nama Blok. Setelah RT/RW dan juga Blok, kemudian tuliskan nomor rumah apabila ada. Jika di perumahan pasti sudah terdapat nomor di setiap rumah. 

Nama Kelurahan, Kecamatan, dan Kota

Ini juga perlu dicantumkan karena digunakan untuk mengelompokan ke setiap daerah.

Ciri-ciri Rumah, ancer-ancer, atau patokan

Poin yang terakhir ini bisa sangat membantu sekali untuk mempermudah menemukan alamat dengan cepat. Ciri-ciri rumah bisa dicantumkan dengan menuliskan warna cat rumah atau ciri fisik rumah. Ataupun bisa juga menggunakan patokan sebuah tempat umum yang mudah dicari seperti misalnya masjid, kantor, toko, atau nama suatu tempat yang mudah ditemukan oleh google maps.


Berikut ini contoh alamat dengan menggunakan poin-poin seperti di atas:

  • Jl. Cendana 3, Kampungsari Rt 5 / Rw 3 No. 10, Sukaraja, Gunungmurbei, Semarang. Rumah warna hijau sebelah warung berkah.


Alamat di atas akan lebih mudah ditemukan daripada berikut ini:

  • Jl. Cendana 3, Rt 5 / Rw 3 No. 10, Sukaraja, Gunungmurbei

  • Kampungsari Rt 5 / Rw 3, Sukaraja, Gunungmurbei, Semarang

  • Kampungsari No. 10, Sukaraja, Gunungmurbei, Semarang. Rumah warna hijau

Itulah salah satu alamat yang menurut CJump lebih mudah untuk menemukannya, jika teman-teman mempunyai pendapat atau saran mengenai penulisan alamat yang lebih mudah untuk ditemukan bisa disampaikan di kolom komentar ya. Sampai jumpa lagi :)

Komentar

  1. Wah,,, itu aku banget kl nulis alamat rumah. Sampe ke patokan2 nya aku tulis di alamat. Hehehehehe..

    BalasHapus
  2. Semakin detail maka akan semakin mudah ditemukan

    BalasHapus
  3. Alhamdulillah penulisan alamatku udah betul, warna rumah sama ciri khas khusus juga dimasukkan ke keterangan alamat biar kurirnya ga salah kirim

    BalasHapus
  4. Lebih detail bisa lebih mudah ditemukan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Update Stabil Terbaru GIMP 3.0.2, Aplikasi untuk Manipulasi Gambar

GIMP merupakan kependekan dari GNU Image Manipulation Program yang mana sesuai dengan namanya aplikasi ini digunakan untuk mengolah sebuah gambar digital seperti foto. Aplikasi ini bersifat cross-platform yang tersedia untuk berbagai sistem operasi seperti Linux, Mac OS, Windows dan berbagai sistem operasi lainnya. Aplikasi ini gratis dan bersifat Opensource (Perangkatv lunak sumber terbuka) dimana setiap orang bebas untuk memodifikasi kode source nya dan mendistribusikannya. GIMP 3.0.2 dirilis pada 23 Maret 2025 yang fokus utamanya untuk memperbaiki bug yang ditemukan setelah rilis stabil GIMP 3.0.0 pada 16 Maret 2025. Aplikasi ini dapat diunduh melalui situs web resmi GIMP https://www.gimp.org/downloads/ dalam berbagai format, termasuk: * Linux AppImage (x86_64 dan ARM64) * Linux Flatpak (x86_64 dan ARM64) melalui Flathub * Universal Windows Installer (32-bit, 64-bit, dan ARM64) * Microsoft Store (x86_64 dan ARM64) * macOS DMG untuk Intel dan Apple Silicon Setelah sekian lama mengg...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...