Langsung ke konten utama

Perjalanan di Dunia Ekspedisi

 


Sudah sekian lama tidak update artikel lagi dan pada kesempatan ini akan CJump isi dengan pengalaman selama hampir dua bulan ini memasuki dunia ekspedisi. Sebelumnya saya bermain di dunia multimedia seperti video konten dan desain grafis. Akhirnya pada bulan kedua di tahun 2024 ini saya ingin istirahat sejenak dari dunia multimedia dan memutuskan untuk mencoba berbelok ke ekspedisi.

Keputusan ini merupakan langkah yang tepat atau malah sebaliknya. Dunia konten kreator yang selalu update dengan beragam ide-ide yang inovatif membuat saya sendiri terasa semakin tertinggal. Mencari bahan-bahan konten sendiri diolah sendiri dan pas sudah jadi tiba-tiba revisi yang tidak hanya sekali. Baiklah revisi, cuma perintah untuk revisi.

Harapan saya revisi itu tidak hanya sebagai perintah, tetapi bisa membagikan ide untuk solusi baiknya seperti apa hasil konten yang diinginkan. Sampai-sampai muncul keinginan untuk memiliki sebuah team yang bisa bekerjasama berbagi ide dalam membuat konten. Mungkin saja diluar sana banyak konten kreator yang bisa membuat sebuah konten sendiri tanpa team.

Apakah selemah ini saya hingga akhirnya memutuskan untuk berbelok dari dunia multimedia beralih ke dunia ekspedisi. Anggapan saya bahwa bermain di dunia ekspedisi bisa dikerjakan sendiri tanpa bantuan sebuah team. Namun hal itu malah sebaliknya, di dunia ekspedisi sangat membutuhkan bantuan orang lain. Perkiraan saya di dunia ekspedisi itu tinggal mengantarkan barang sampai ke tujuan dan sudah ada bantuan map untuk mencari lokasinya.

Perkiraan sepintas itu ternyata tidak sesuai dengan kenyataannya, baiklah pekerjaannya mengantarkan barang sampai kepada penerima tetapi saya hanya dibekali dengan daftar alamat yang akan dituju tanpa adanya map posisi penerima layaknya aplikasi ojek online. Saya harus mencari alamat itu di google map secara manual, bahkan kadang-kadang ada alamat yang belum terdeteksi di dalam google maps. Akhirnya mau tidak mau harus meminta bantuan orang lain disekitar lokasi dengan menanyakan alamat yang tertera pada barang (paket).

- Bersambung -

Komentar

  1. Kadang memang map suka ngasih info jalan yg salah. Saya pernah kesasar krn ngikutin map. Akhirnya jalan pintasnya bertanya sama org yg ada disekitar sana

    BalasHapus
  2. Benar kak, opsi lainnya adalah bertanya dengan orang sekitar

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...

M.U.G.E.N Game, Tambahkan Karakter Jagoan Favoritmu Yuks!

  Hai berjumpa lagi dengan CJump, postingan kali ini merupakan sambungan dari artikel sebelumnya ya. Setelah membahas tentang Game Mugen, sekarang saatnya menambahkan karakter favorit kedalam game mugen ini. Apakah teman teman udah mencoba mendownloadnya? Kalau sudah langsung saja kita extract kemudian tambahkan karakter ke dalam  game. 1. Extract file Mugen-1.1b1 Pertama kita extract file archivenya, kemudian klik dua kali pada file mugen.exe selanjutnya pilih arcade dengan menekan tombol tekan enter. Berikut ini adalah karakter asli bawaan dari game Mugen yaitu "Kung Fu Man". Terdapat dua Kung Fu Man dengan kualitas gambar berbeda. 2. Menambahkan Karakter Selanjutnya kita close dulu gamenya, kemudian buka tempat file karakter yang sudah didownload dan langsung di extract saja, bagi yang belum mendownload bisa diunduh  disini Setelah itu pindahkan folder file tersebut ke folder “ chars ”, kembali ke folder mugen selanjutnya buka folder “ data ” cari file “ select.def ” ...