Langsung ke konten utama

Bagaikan Roda Gigi dengan Pelumas


 ...

Do’a dan Ikhtiar adalah dua kata yang sudah sering kita mendengarnya. Hubungan antara do’a dengan ikhtiar bisa diibaratkan seperti roda gigi yang diberi pelumas. Anggap saja roda gigi yang berputar adalah usaha atau ikhtiar dan pelumas adalah do’a yang telah kita panjatkan.

Usaha tanpa disertai dengan do’a akan seperti roda gigi yang berputar tanpa pelumas. Tetap bisa berputar namun tidak akan berjalan lancar seperti roda gigi yang diberi pelumas. Meskipun ada usaha tanpa didampingi dengan do’a bisa terus berjalan. Tetapi alangkah baiknya jika didampingi dengan do’a sebagai rasa syukur kita kepada Yang Maha Kuasa atas hasil yang diperoleh dari yang kita usahakan.

Roda gigi yang berputar tanpa pelumas lama lama akan aus dan terkikis lama kelamaan akan tidak lancar seperti pada awalnya. Kita tidak akan tahu bagaimana kedepannya tentang apa yang kita usahakan. Apakah lancar seperti biasanya atau akan menjadi tidak sesuai yang kita harapkan. Untuk itu usaha perlu didampingi dengan do’a supaya kedepannya tetap lancar dan apabila ada kesulitan akan diberikan kemudahan.

Sebaliknya jika do’a tanpa ikhtiar bisa diibaratkan roda gigi yang diberi pelumas tetapi tidak berputar dan hanya diam saja, maka diperlukan usaha atau gerak berputar supaya bisa berjalan. Kita sudah berdo’a sungguh-sungguh tetapi tidak ada usaha yang kita lakukan maka akan sama saja seperti roda gigi yang berhenti. Sudah diberi pelumas tetapi tidak digerakkan ya tidak akan bisa berjalan. Supaya do’a bisa terkabulkan kita tetap harus berusaha untuk mendapatkannya.

Jadi itulah hubungan antara Do’a dan Ikhtiar bagaikan roda gigi dengan pelumas. Semoga apa yang kita cita-citakan dapat tercapai sesuai yang telah kita panjatkan dalam do’a dan kita ikhtiarkan untuk meraihnya.

Sampai jumpa lagi di artikel selanjutnya dan semoga sukses :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah Mencoba Berbagai Distro, Akhirnya Kuputuskan Menginstall Debian

Tampilan Menu Aplikasi pada Debian Gnome Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya pada kesempatan ini saya sempatkan untuk menulis kembali diblog ini. Sebelum menuju ke topik pembahasan, sedikit cerita tentang " distro hopping " yaitu suka pindah-pindah distribusi Linux atau lebih jelasnya gonta-ganti berbagai distro Linux. Sempat saya sendiri sering melakukan pindah-pindah distro untuk menemukan distro Linux yang sesuai dengan kebutuhan saya sendiri mulai dari Ubuntu, OpenSuse, Linux Mint, Tail OS, Pika OS dan terakhir adalah Debian. Mengapa Debian? menurut pendapat saya pribadi Debian lebih ringan daripada Ubuntu. Distro Linux yang pertama kali saya kenal adalah Ubuntu. Ubuntu yang saya install pada perangkat saya sebelumnya adalah versi 18.04 Lts. Setelah beradaptasi dengan distro ini saya langsung tertarik dengan tampilannya yang menggunakan Environtment "Gnome". Saat itu dibandingkan dengan Windows 10 1809 Ubuntu versi ini terasa lebih ringan dalam hal konsu...

Lega Rasanya, Setelah Berhasil Install Printer di Debian

... Akhirnya dapat mencetak dokumen melalui OS ini, dimana sebelumnya selalu gagal dan printer tidak terdeteksi. Setelah mencari informasi tentang cara memasang printer di sistem operasi Debian. Akhirnya bisa ketemu setelah ngeprompt AI. Hasil dari AI menyarankan untuk menginstall driver berbagai macam printer yang mana sebelumnya saya hanya menginstall driver yang didapatkan dari website resmi printer itu sendiri. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut saya share tentang cara memasang printer di Debian, namun sebelum itu pastikan beberapa hal seperti dibawah ini: 1. Periksa Koneksi Printer Pastikan printer terhubung dengan benar ke komputer, baik melalui kabel USB atau jaringan Wi-Fi/LAN. Jika menggunakan USB, nyalakan printer terlebih dahulu sebelum melanjutkan. 2. Instal Paket CUPS CUPS (Common Unix Printing System) adalah layanan pencetakan standar di Linux. Sebagian besar distribusi Linux, termasuk Debian, menggunakannya. Perlu menginstal CUPS jika belum terpasang. Buka terminal ...

Update Stabil Terbaru GIMP 3.0.2, Aplikasi untuk Manipulasi Gambar

GIMP merupakan kependekan dari GNU Image Manipulation Program yang mana sesuai dengan namanya aplikasi ini digunakan untuk mengolah sebuah gambar digital seperti foto. Aplikasi ini bersifat cross-platform yang tersedia untuk berbagai sistem operasi seperti Linux, Mac OS, Windows dan berbagai sistem operasi lainnya. Aplikasi ini gratis dan bersifat Opensource (Perangkatv lunak sumber terbuka) dimana setiap orang bebas untuk memodifikasi kode source nya dan mendistribusikannya. GIMP 3.0.2 dirilis pada 23 Maret 2025 yang fokus utamanya untuk memperbaiki bug yang ditemukan setelah rilis stabil GIMP 3.0.0 pada 16 Maret 2025. Aplikasi ini dapat diunduh melalui situs web resmi GIMP https://www.gimp.org/downloads/ dalam berbagai format, termasuk: * Linux AppImage (x86_64 dan ARM64) * Linux Flatpak (x86_64 dan ARM64) melalui Flathub * Universal Windows Installer (32-bit, 64-bit, dan ARM64) * Microsoft Store (x86_64 dan ARM64) * macOS DMG untuk Intel dan Apple Silicon Setelah sekian lama mengg...